February 28, 2024
11 11 11 AM
Carane Nggawe Susu Oat
Sejarah lan Jenis’e Mrico
Keuntungan lan Kegunaan Banyu Mawar kanggo Kaendahan lan Kesehatan
Fungsi Taman Ijo ing Ruang Terbuka
Lima Taman Indah ing Universitas Brawijaya
Keuntungan lan Kegunaan Mrico
Ngerteni Daging Wedhus: Sumber Protein Nutrisi lan Keragaman Kuliner
Gotong royong Nyembelih Kewan Kurban ing Desa
Rasa, Ambune lan Manfaate Teh
Kesenengan Teh: Temokake Macem-macem Rasa lan Aroma
Latest Post
Carane Nggawe Susu Oat Sejarah lan Jenis’e Mrico Keuntungan lan Kegunaan Banyu Mawar kanggo Kaendahan lan Kesehatan Fungsi Taman Ijo ing Ruang Terbuka Lima Taman Indah ing Universitas Brawijaya Keuntungan lan Kegunaan Mrico Ngerteni Daging Wedhus: Sumber Protein Nutrisi lan Keragaman Kuliner Gotong royong Nyembelih Kewan Kurban ing Desa Rasa, Ambune lan Manfaate Teh Kesenengan Teh: Temokake Macem-macem Rasa lan Aroma

Pengobatan Alami, Keraguan dan Kebimbangan Masyarakat

Minat terhadap pengobatan alami tidak pernah berkembang. Menurut Asosiasi Nasional Jaringan Toko Obat di Amerika, 65 juta orang Amerika menggunakan suplemen alami, dan jumlah tersebut makin meningkat. Sayangnya, sulit bagi pengguna menemukan sumber-sumber terpercaya untuk memperoleh informasi yang seimbang mengenai bidang ini.

Anda juga bisa membaca: Cara Merebus Ramuan Jamu dan Ramuan Herbal

Mengapa Pengobatan Alami diragukan ?

Yang jelas, obat alami telah mengalami sejarah yang penuh rintangan. Dari minuman minyak ular pada awal abad ini hingga buku, majalah, dan daftar produknya yang terlampau dilebih-lebihkan sebagai obat ajaib dewasa ini. Inilah yang secara luas dinyatakan sebagai patokan. Obat alami cenderung mengatasi ilmu pengetahuan, yang menjadikannya lebih sebagai sarana penjualan daripada sarana untuk menemukan kebenaran.

Tetapi ada kebenaran yang ditemukan. Studi terhadap vitamin, mineral, dan suplemen lain telah ada bersama kita sejak nutrisi ini ditemukan pertama kali, dan tingkat serta mutu pengetahuan tentangnya telah berkembang secara dramatis dalam dua puluh tahun terakhir. Pengobatan herbal telah diabaikan di Amerika Serikat, tetapi di Eropa telah menjadi perhatian yang luar biasa dan objek studi ilmiah yang terusmenerus.

Sekarang ini, sejumlah herbal dan suplemen telah memungkinkan untuk memberikan jawaban ilmiah atas pertanyaan, “Sejauh manakah proses kerjanya? Apakah aman digunakan? Manakah kondisi-kondisi penggunaannya yang terbaik?”

Seri Farmasi Alami ditujukan untuk memberitahukan kepada Anda apa yang kami ketahui dan tidak kami ketahui mengenai pengobatan alami. Seri ini lebih konservatif daripada yang lain, lebih terbuka mengenai kelemahan pendekatan alamiah dan dalam perbandingan antara pengobatan tradisional dan konvensional. Anda tidak akan menemukan keajaiban apa pun, tetapi Anda akan menemukan pilihan yang berguna yang dapat membantu Anda menjadi semakin sehat.

Baca Juga : Yang Harus Diperhatikan (Aturan Memakai Jamu)

Mengapa Memilih Obat Alami?

Meski ilmu pengetahuan mendukung pengobatan alami yang terus berkembang, tetaplah sebagai bidang yang kurang keabsahan ilmiahnya daripada obat konvensional. Anda mungkin bertanya, “Mengapa saya harus memilih herbal yang hanya sebagian terbukti jika saya dapat menggunakan obat konvensional yang terbukti secara ilmiah?” Minimal ada tiga alasan yang baik untuk memilih cara alamiah.

  • Alasan Pertama

Beberapa herbal dan suplemen menawarkan manfaat yang tidak disediakan oleh beberapa obat konvensional. Vitamin E adalah contoh yang baik. Vitamin ini tampak membantu menangkal kanker prostat. Manfaat ini tidak terdapat pada obat standar.

Contoh lain adalah herbal milk thistle. Studi dalam skala besar memperlihatkan bahwa herbal ini dapat melindungi liver dari luka. Tidak ada pil atau tablet dokterAnda memiliki manfaat seperti itu.

Meskipun lemah pembuktian ilmiahnya, karena risikonya yang rendah dan kemungkinan manfaatnya yang tinggi, pengobatan alami sangat mungkin untuk dicoba. Sedikit fakta diketahui bahwa untuk beberapa obat konvensional pengetahuannya kurang sempurna, dan para dokter harus menyeimbangkan manfaat-manfaat tak pasti terhadap risiko-risiko yang tidak terpahami sepenuhnya.

  • Alasan Kedua

Untuk menggunakan terapi alami adalah efek samping yang sedikit dibandingkan dengan obat konvensional. Herbal rempah-rempah St. John adalah contoh yang baik. Bukti ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa herbal ini adalah obat yang efektif untuk depresi ringan, sementara efek samping yang dihasilkan rata-rata sedikit dibandingkan pengobatan konvensional. Saw palmetto untuk pembengkakan prostat, ginggo untuk mengurangi gejala-gejala dan mungkin memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer, dan glukosamin untuk osteoartritis adalah contoh-contoh lainnya. Dengan demikian tidaklah dikatakan bahwa herbal dan suplemen sepenuhnya tidak ada bahayanya. Tetapi hendak mau dikatakan bahwa untuk berbagai tingkat risiko, herbal dan suplemen sungguh rendah.

  • Alasan Ketiga

Dasar filosofis atau pandangan hidup. Bagi banyak orang, herbal “terasa” lebih baik, menggunakan obat yang berasal dari alam daripada dari laboratorium. Seperti Anda lebih menyukai pakaian yang terbuat dari katun daripada polyester, atau melihat pemandangan pegunungan daripada gedung pencakar langit di kota, pengobatan alami tampaknya terasa lebih selaras dengan pandangan hidup Anda. Kita dapat mencari alasan tanpa batas mengenai pengertian “alami” dan apakah obat tertentu “sebenarnya” alami atau tidak, tetapi pendapat seperti itu di luar pokok permasalahan. Kenyataannya, memiliki perasaan yang baik sehubungan dengan menggunakan herbal mungkin membawa Anda untuk menggunakannya Iebih konsisten daripada Anda menggunakan obat konvensional.

Untuk membuat keputusan yang baik Anda memerlukan informasi yang baik pula. Sayangnya, sementara ratusan buku yang berbicara mengenai pengobatan alternatif ini dipublikasikan setiap tahun, beberapa di antaranya sangat menyesatkan. Frase “studi membuktikan” sering digunakan jika dipertanyakan mengenai studi yang begitu kecil atau sangat Alasan kedua untuk menggunakan terapi alami adalah efek samping yang sedikit dibandingkan dengan obat konvensional. Herbal rempah-rempah St. John adalah contoh yang baik. Bukti ilmiah yang kuat menunjukkan bahwa herbal ini adalah obat yang efektif untuk depresi ringan, sementara efek samping yang dihasilkan rata-rata sedikit dibandingkan pengobatan konvensional. Saw palmetto untuk pembengkakan prostat, ginggo untuk mengurangi gejala-gejala dan mungkin memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer, dan glukosamin untuk osteoartritis adalah contoh-contoh lainnya. Dengan demikian tidaklah dikatakan bahwa herbal dan suplemen sepenuhnya tidak ada bahayanya. Tetapi hendak mau dikatakan bahwa untuk berbagai tingkat risiko, herbal dan suplemen sungguh rendah.

Baca juga: Prof. Hembing Pemenang The Star Of Asia Award

  • Alasan Ke-empat

Dasar filosofis atau pandangan hidup. Bagi banyak orang, herbal “terasa” lebih baik, menggunakan obat yang berasal dari alam daripada dari laboratorium. Seperti Anda lebih menyukai pakaian yang terbuat dari katun daripada polyester, atau melihat pemandangan pegunungan daripada gedung pencakar langit di kota, pengobatan alami tampaknya terasa lebih selaras dengan pandangan hidup Anda. Kita dapat mencari alasan tanpa batas mengenai pengertian “alami” dan apakah obat tertentu “sebenarnya” alami atau tidak, tetapi pendapat seperti itu di luar pokok permasalahan. Kenyataannya, memiliki perasaan yang baik sehubungan dengan menggunakan herbal mungkin membawa Anda untuk menggunakannya Iebih konsisten daripada Anda menggunakan obat konvensional.

Untuk membuat keputusan yang baik Anda memerlukan informasi yang baik pula. Sayangnya, sementara ratusan buku yang berbicara mengenai pengobatan alternatif ini dipublikasikan setiap tahun, beberapa di antaranya sangat menyesatkan. Frase “studi membuktikan” sering digunakan jika dipertanyakan mengenai studi yang begitu kecil atau sangat jelek sehingga tidak memberi bukti sama sekali. Anda mungkin bahkan menemukan “data” dari buku-buku lain yang berasal dari berbagai studi yang dilakukan oleh pengarang khayalan, bukan orang sungguhan.

Anda bahkan tidak dapat berasumsi bahwa buku-buku yang ditulis oleh pengarang terkenal secara ilmiah dibenarkan Beberapa pengarang ini bertumpu pada penulis kedua, yang mengarah pada permainan “telepon” sehingga miskonsepsi terus ada dari satu buku ke buku yang lain. Tldak ada tendensi kuat untuk melebih-lebihkan daya penyembuhan alami, tetapi menyeleksinya dengan laporan yang selektif. [Yudy Alexander]