Di tengah hiruk pikuk permasalahan sampah global, ada satu jenis limbah yang sebenarnya menyimpan potensi besar untuk diubah menjadi sumber daya: sampah organik. Sampah organik, yang berasal dari sisa makhluk hidup seperti sisa makanan, daun kering, dan kotoran hewan, menyumbang porsi terbesar dari total sampah rumah tangga di Indonesia. Seringkali, sampah jenis inilah yang memicu bau tidak sedap dan mempercepat kerusakan lingkungan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Namun, dengan sedikit pengetahuan dan inisiatif, sampah organik dapat menjadi kunci menuju kemandirian lingkungan di tingkat rumah tangga. Pengelolaan sampah organik bukanlah sekadar kewajiban, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang mengubah limbah menjadi “emas hijau”—pupuk, energi, dan media tanam yang berharga.
Mengapa Sampah Organik Harus Dipisahkan?
Ketika sampah organik bercampur dengan sampah anorganik (seperti plastik, kaca, dan logam), ia menciptakan serangkaian masalah serius:
1. Penghasil Gas Rumah Kaca Berbahaya
Di TPA, tumpukan sampah organik yang tertimbun dan kekurangan oksigen akan membusuk secara … Read more